Gudang Ilmu: Teknik Sipil
Showing posts with label Teknik Sipil. Show all posts
Showing posts with label Teknik Sipil. Show all posts

Saturday, 13 July 2024

Berbagai Jenis Kerusakan Jalan Aspal dan Tanah Amblas. Apa Penyebab Dan Solusinya?


 

Jenis-jenis kerusakan jalan aspal, penyebab dan solusinya :

Retak lelah dan deformasi pada semua lapisan perkerasan aspal

Jenis kerusakan jalan aspal yang berupa retak lelah dan deformasi di hampir semua lapisan jalan ini terutama bisa ditemui di jalan-jalan antar provinsi. Penyebabnya tak lain banyaknya kendaraan berat yang lalu lalang seperti bus dan truk. Beban kendaraan yang berat mengakibatkan di setiap lapisan perkerasan terjadi regangan dan tegangan. Beban kendaraan yang terus melintas pada akhirnya membuat munculnya retak lelah serta deformasi.

Jika retak lelah dan deformasi dibiarkan saja, maka ketika musim hujan bisa dipastikan air akan masuk ke dalam retakan dan mengubah retakan menjadi lubang yang semakin lama semakin besar. Karena itu sebaiknya begitu terjadi retak lelah dan deformasi, perbaikan harus segera dilakukan dengan penambalan-penambalan.

Jalan-jalan dengan perkerasan aspal sesungguhnya tidak cocok dilalui oleh jenis-jenis kendaraan berat. Kendaraan berat sebaiknya diarahkan untuk melintasi jalan-jalan beton yang memiliki struktur lebih kuat dibandingkan jalan-jalan dengan perkerasan aspal.

Retak

Ada berbagai jenis retak yang bisa terjadi pada jalan perkerasan aspal, antara lain retak kulit buaya, retak pinggir, retak sambungan bahu, retak refleksi, retak susut, dan retak slip. Salah satu faktor terbesar penyebab retak tersebut adalah buruknya sistem drainase jalan. Karena itu, solusinya tak cukup hanya dengan menambal retakan-retakan yang ada. Sistem drainase perlu dibangun sehingga jenis kerusakan yang sama tidak terjadi lagi.

Sistem drainase yang baik untuk perkerasan jalan aspal harus bisa membuang atau mengalirkan air dengan cepat ke saluran drainase buatan ataupun ke sungai. Sistem drainase ini juga harus mampu membuang air hujan atau air dari sumber-sumber lainnya dan mengendalikan air bawah tanah yang bisa menyebabkan erosi atau kelongsoran. Sistem drainase yang sudah dibangun harus benar-benar terawat dan berfungsi. Sistem drainase perlu dibersihkan secara berkala dari sampah dan rumput agar tetap bisa mengalirkan air dengan lancar.

Idealnya, pembangunan jalan dengan perkerasan jalan aspal harus disertai pula dengan pembangunan sistem drainase. Jika tidak, bisa dipastikan kerusakan jalan aspal tak bisa dihindari. Dalam membangun sistem drainase jalan, ada beberapa hal yang penting untuk diperhatikan antara lain, kondisi topografi sepanjang jalan untuk menentukan bentuk dan kemiringan yang mempengaruhi aliran air, analisa curah hujan maksimum dalam satu tahun pada daerah di area jalan aspal, dan perencanaan sistem drainase agar tidak mengganggu drainase yang telah ada.

Distorsi

Distorsi atau perubahan bentuk pada perkerasan jalan aspal bisa terjadi dikarenakan tanah dasar yang lemah dan pemadatan yang kurang optimal di lapisan pondasi. Distorsi yang terjadi pada jalan aspal bisa berupa amblas, jembul, keriting dan alur.

Kerusakan jalan aspal berupa distorsi tidak cukup diperbaiki hanya dengan melakukan penambalan saja. Perbaikan kerusakan distorsi terbilang cukup rumit dan memakan waktu yang tak sebentar. Distorsi pada jalan perkerasan aspal sebaiknya diperbaiki dengan menggaruk kembali, dipadatkan kembali, lalu dilakukan penambahan lapisan permukaan baru.

Tahap pemadatan pada proses pembangunan jalan memang harus dilakukan dengan cermat. Pemadatan wajib dilakukan untuk meningkatkan kekuatan tanah, memperkecil pengaruh air terhadap tanah dan memperkecil daya rembesan air pada tanah. Tahap pemadatan ini dilakukan lapisan demi lapisan sehingga diperoleh kepadatan yang ideal.

Tahap pemadatan ini umumnya menggunakan alat bantu. Contohnya saja penggilas three wheel roller atau penggilas Mac Adam dengan bobot antara 6 ton hingga 12 ton yang digunakan untuk memadatkan material berbutir kasar, tandem roller dengan bobot antara 8 ton sampai dengan 14 ton yang berfungsi untuk mendapatkan permukaan lapisan yang agak halus, dan pneumatik tired roller yang cocok dipakai untuk penggilasan tanah lempung, pasir dan bahan yang granular.

Kegemukan

Kerusakan kegemukan yang dimaksudkan berupa permukaan jalan aspal yang menjadi licin. Kerusakan ini terjadi saat temperatur naik sehingga aspal menjadi lunak dan jejak roda kendaraan akan membekas pada permukaan lapisan jalan. Kerusakan yang disebut kegemukan ini biasanya terjadi pada jalan aspal yang menggunakan kadar aspal tinggi pada campuran aspal atau dikarenakan pemakaian aspal yang terlalu banyak pada tahapan prime coat. Kerusakan jenis ini biasanya dapat diatasi dengan menghamparkan atau menaburkan agregat panas yan kemudian dipadatkan. Atau bisa juga dilakukan pengangkatan lapisan aspal dan lantas diberi lapisan penutup.

Lubang-lubang

Kerusakan jalan aspal berupa lubang-lubang dapat terjadi ketika retakan-retakan dibiarkan tanpa perbaikan sehingga akhirnya air meresap dan membuat rapuh lapisan-lapisan jalan. Lubang-lubang yang awalnya kecil ini bisa berkembang menjadi lubang-lubang berukuran besar yang dapat membahayakan pengguna jalan.

Lubang-lubang pada jalan aspal tersebut bisa diperbaiki dengan membersihkan lubang-lubang terlebih dahulu dari air serta dari material-material yang lepas. Setelah itu bongkar lapisan permukaan dan pondasi sedalam mungkin agar bisa mencapai lapisan yang paling kokoh. Barulah kemudian tambahkan lapisan pengikat atau tack coat. Lantas isi dengan campuran aspal dengan cermat. Padatkan lapisan campuran aspal tersebut dan haluskan permukaannya sehingga sama rata dengan permukaan jalan lainnya.

Lubang-lubang jalan aspal yang ditambal tanpa dibersihkan atau dibongkar terlebih dahulu hanya akan menghasilkan tambalan yang rapuh. Akibatnya lubang kembali terjadi hanya beberapa saat setelah penambalan dilakukan.

Pengausan

Kerusakan pengausan ditandai dengan permukaan jalan aspal yang menjadi licin. Kerusakan ini sepertinya terlihat sepele, padahal kenyataannya kerusakan ini bisa membahayakan pengguna jalan. Kendaraan yang melintas menjadi lebih mudah tergelincir pada kondisi jalan seperti ini.

Pengausan dapat terjadi dikarenakan penggunaan agregat yang tidak tahan aus terhadap roda-roda kendaraan atau agregat yang tidak berbentuk cubical, misalnya agregat berbentuk bulat dan licin. Kerusakan semacam ini bisa diatasi dengan menutup area permukaan jalan aspal yang rusak dengan buras, latasir atau latasbun.

Stripping

Kerusakan stripping atau pengelupasan lapisan permukaan dapat terjadi dikarenakan kurangnya ikatan antara lapisan bawah jalan dan lapisan permukaan, atau lapisan permukaan yang terlampau tipis. Untuk kerusakan seperti ini, langkah perbaikan yang bisa dilakukan bukanlah dengan penambalan melainkan bagian yang rusak terlebih dahulu harus digaruk, kemudian diratakan. Barulah setelah itu dilapisi dengan buras.


Beberapa faktor yang menjadi penyebab tanah ambles ini, untuk selengkapnya simak berikut ini:



  1. Hujan

Hujan memang penting bagi kehidupan manusia di bumi ini namun hujan juga kerap kali bisa menimbulkan berbagai bencana di muka bumi salah satunya adalah fenomena tanah ambles. Musim kemarau yang sudah berlangsung biasanya akan menyebabkan terjadinya penguapan air yang cukup banyak ke udara sehingga proses terjadinya hujan tanah tersebut jika terkena air hujan dalam intensitas yang cukup besar akan menjadikan tanah rapuh dan mudah ambles. Biasanya tanah ambles akan mudah terjadi pada tanah yang selama musim kemarau mengalami keretakan dengan lubang yang cukup besar dan membuat air hujan sangat mudah masuk dan membuat tanah menjadi mengembang seketika. Hal ini tentu saja bisa dicegah dengan cara menanam pohon karena akar pohon tersebut mampu menahan tanah dan air yang masuk ke dalamnya supaya tidak mudah penyebab longsor atau ambles. Oleh karena itu anda semuanya sangat dihimbau untuk menanam pohon dan tidak menebang pohon sembarangan karena bisa menyebabkan berbagai bencana.

  1. Tanah yang Kurang Padat dan Tebal

Tanah yang kurang padat dan tebal biasanya adalah jenis jenis tanah seperti tanah lempung atau tanah liat dengan kedalaman yang lebih dari 2.5 meter. Daerah yang memiliki tanah jenis lempung ini sangat berbahaya dan sangat berpotensi ambles terutama jika terjadi hujan yang cukup deras dengan kapasitas air yang sangat banyak. Tanah lempung ini akan mudah lembek jika terkena air dan sangat kering jika musim kemarau. Jadi, tanah ini memang memiliki potensi besar untuk ambles.

  1. Adanya Batuan yang Kurang Padat

Ada beberapa daerah yang memiliki tanah namun lapisan tanah nya tidak dibersamai dengan struktur batuan yang memadai atau kurang padat. Tanah jenis ini biasanya hanya terdapat batuan keci atau kerikil serta pasir saja. jadi, sangat mungkin mengalami tanah ambles terutama jika terkena air hujan yang cukup lebat.

  1. Jenis Tata Lahan

Tanah ambles juga bisa dikarenakan adanya tata lahan yang kurang memadai misalnya saja lahan harusnya ada pohon besar yang memiliki akar besar untuk menahan air dan tanah yang ambles justru ditanami dengan tanaman yang berakar tidak kuat seperti tumbuhan persawahan padi, jagung, tebu dan lainnya. jadi bagi anda yang memang memiliki sawah jangan lupa untuk menanam pohon yang memiliki ukuran besar pula ya karena hal ini bisa menjaga tanah supaya tidak mudah ambles dan menyebabkan banyak bencana lainnya.

  1. Getaran

Penyebab tanah ambles lainnya adalah karena adanya getaran di dalam tanah yang membuat struktur bumi pada  tanah menjadi tidak stabil. Getaran ini bisa disebabkan oleh adanya fenomena alam seperti gempa bumi dan lainnya namun bisa juga disebabkan oleh adanya kegiatan manusia seperti pengeboran dan lainnya. oleh karena itu jika anda ingin melakukan pengeboran di dalam tanah sebaiknya untuk mendalami lagi mengenai struktur tanah itu sendiri apakah memang stabil apakah berongga sehingga sangat rawan terkena berbagai bencana salah satunya adalah tanah ambles ini.

  1. Penggunaan Air Tanah yang Berlebihan

Ini menjadi salah satu penyebab yang paling banyak kasus tanah ambles. Saat ini dimana teknologi sudah sangat canggih sehingga banyak juga orang yang mengambil air tanah secara langsung dari kedalaman tanah yang cukup dalam hingga ratusan meter. Ironisnya terkadang pengambilan air tanah ini dilakukan secara tidak terkendali sehingga air tanah menjadi terkuras habis yang mengakibatkan tanah kehilangan kekuatannya sehingga mempermudah penyebab tanah ambles.

  1. Adanya Beban yang Berat

Tanah ambles juga bisa disebabkan oleh adanya beban di atas permukaan bumi yang cukup berat misalnya seperti gedung namun struktur tanah tidak stabil sehingga menyebabkan tanah tidak kuat menopang dan akhirnya mengalami ambles. Ini sangat berbahaya karena bisa jadi ada berbagai gedung di atas permukaan yang ambles dan sangat beepotensi menelan korban jiwa. Oleh karena itu jika anda ingin membangun gedung dalam skala besar sebaiknya untuk berkonsultasi dengan para ahli di bidang ini karena supaya menghindarkan anda dari segala bahaya dari adanya tanah ambles ini.

  1. Erosi

Tanah ambles salah satunya juga bisa disebabkan oleh adanya erosi tanah atau pengikisan. Erosi dapat disebabkan secara alami yaitu oleh angin, air, es dan lainnya namun ada juga yang disebabkan oleh ulah dari para manusia. Ulah dari manusia ini lebih cepat dalam membuat erosi karena biasanya dilakukan dengan sengaja. Hal ini tidaklah baik dan sebaiknya untuk menjalankan proyek yang sesuai dengan kaidah lingkungan hidup supaya tidak merugikan banyak orang dengan tidak melindungi alam ini. (baca : cara mencegah erosi tanah).

  1. Adanya Timbunan Lahan

Pada suatu pembangunan biasanya dilakukan dengan cara menimbun lahan yang tadinya berlubang. Nah, ini juga bisa menyebabkan adanya tanah ambles karena timbunan lahan ini bukanlah struktur tanah yang asli sehingga sangat diragukan kestabilan strukturnya apalagi jika timbunan tersebut tidak ada batuan yang bisa menahan bangunan lebih berat di atasnya. Untuk ini anda sebaiknya melakukan penelitian ulang pada saat hendak menimbun lahan supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

  1. Daerah Buangan Sampah

Pada beberapa daerah yang digunakan sebagai pembuangan sampah juga akan sangat rawan mengalami tanah ambles. Hal ini terutama jika sampah tersebut sudah masuk ke dalam tanah sehingga membuat kekuatan tanah menjadi hilang dan sangat berpotensi mengalami tanah ambles.

Itulah 10 hal yang dapat menyebabkan terjadinya fenomena penyebab tanah ambles. Meninjau kembali pembangunan yang tidak ramah lingkungan sangat penting supaya tanah ambles tidak terjadi dan tanah bisa menjadi lebih kuat dan stabil. Untuk itu Jangan lupa untuk selalu :

  1. Menanam pohon karena akarnya dapat menahan tanah dan air menjadi lebih kuat dibandingkan dengan tanah yang tidak ada pohonnya, setidaknya memberikan ruang untuk taman.
  2. Pembelajaran mengenai cinta lingkungan sejak kecil akan sangat penting supaya orang bisa cinta lingkungan lebih dini.
  3. Disarankan untuk membuat Biopori.


BIOPORI

Lubang resapan biopori adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah sebagai metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Metode ini dicetuskan oleh Dr. Kamir Raziudin Brata. Salah satu peneliti dari Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor.

Peningkatan daya resap air pada tanah dilakukan dengan membuat lubang pada tanah dan menimbunnya dengan sampah organik untuk menghasilkan kompos. Sampah organik yang ditimbunkan pada lubang ini kemudian dapat menghidupi fauna tanah, yang seterusnya mampu menciptakan pori-pori di dalam tanah. Teknologi sederhana ini kemudian disebut dengan nama biopori.

 

Manfaat Biopori

Biopori memiliki segudang manfaat secara ekologi dan lingkungan, yaitu memperluas bidang penyerapan air, sebagai penanganan limbah organik, dan meningkatkan kesehatan tanah. Selain itu, biopori juga bermanfaat secara arsitektur lanskap sehingga telah digunakan sebagai pelengkap pertamanan di berbagai rumah mewah dan rumah minimalis yang menerapkan konsep rumah hijau. Biopori kini menjadi pelengkap penerapan kebijakan luas minimum ruang terbuka hijau di perkotaan bersamaan dengan pertanian urban. Bahkan pemerintah Kota Sukabumi sangat menganjurkan ruang terbuka hijau memiliki biopori.

  1. PENYERAPAN AIR

Biopori mampu meningkatkan daya penyerapan tanah terhadap air, sehingga risiko terjadinya penggenangan air (waterlogging) semakin kecil. Air yang tersimpan ini dapat menjaga kelembaban tanah bahkan di musim kemarau. Keunggulan ini dipercaya bermanfaat sebagai pencegah banjir. Dinding lubang biopori akan membentuk lubang-lubang kecil (pori-pori) yang mampu menyerap air. Sehingga dengan lubang berdiameter 10 cm dan kedalaman 100 cm, dengan perhitungan geometri tabung sederhana akan didapatkan bahwa lubang akan memiliki luas bidang penyerapan sebesar 3.220,13 cm2. Tanpa biopori, area tanah berdiameter 10 cm hanya memiliki luas bidang penyerapan 78 cm persegi. Biopori telah dibuat di berbagai tempat di Jakarta dengan tujuan untuk mengurangi risiko terjadinya genangan air. Selain di Jakarta, biopori juga dibuat di daerah yang tidak memiliki risiko banjir. Biopori tersebut bermanfaat untuk menjaga keberadaan air tanah dan kelestarian mata air. Biopori menjadi alternatif penyerapan air hujan di kawasan yang memiliki lahan terbuka yang sempit. Di Puncak, Bogor, biopori dibangun untuk mengembalikan fungsi penyerapan air di kawasan tersebut sehingga kondisi hulu sungai Ciliwung menjadi lebih sehat. Sejak dijadikan sebagai perkebunan teh, kawasan villa, dan kawasan wisata, Puncak mengalami penurunan kemampuan penyerapan air hujan sehingga risiko erosi dan peluapan air sungai di musim hujan menjadi lebih besar.

Namun menurut penelitian oleh LIPI, biopori tidak mampu mencegah banjir, namun efektif dalam menangani genangan air. Dengan dimensi pori-pori yang kecil, maka laju penyerapan air dikatakan relatif lebih lambat dibandingkan dengan debit aliran air ketika terjadi banjir bandang. Inventor biopori, Kamir R Brata sendiri pun mengingatkan bahwa fungsi biopori bukan hanya sebagai penyerap air karena hujan dan genangan air tidak terjadi sepanjang tahun, namun sampah organik dapat menumpuk setiap saat dan itulah yang seharusnya menjadi fokus dari biopori. Efektifitas dalam mengatasi genangan air tersebut diyakini juga dapat menangani jentik nyamuk pembawa penyakit.

2. PENANGANAN LIMBAH ORGANIK

Biopori juga dapat mengubah sampah organik menjadi kompos. Pengomposan sampah organik mengurangi aktivitas pembakaran sampah yang dapat meningkatkan kandungan gas rumah kaca di atmosfer. Setelah proses pengomposan selesai, kompos ini dapat diambil dari biopori untuk diaplikasikan ke tanaman. Kemudian biopori dapat diisi dengan sampah organik lainnya. Sampah organik yang dapat dikomposkan di dalam biopori diantaranya sampah taman dan kebun (dedaunan dan ranting pohon), sampah dapur (sisa sayuran dan tulang hewan), dan sampah produk dari pulp (kardus dan kertas). Sama seperti proses pengomposan secara umum, rasio C/N menentukan kualitas kompos yang akan didapatkan. Umumnya, masalah utama pengomposan adalah pada rasio C/N yang tinggi, sehingga dekomposisi berjalan lambat. Untuk mengatasinya, penambahan limbah yang mengandung unsur N tinggi seperti limbah hewani perlu dilakukan. Namun penambahan demikian perlu dicermati karena terlalu banyak limbah hewani akan menyebabkan kompos menjadi berbau pada tahap awal pengomposan.

3. KESEHATAN TANAH

Biopori juga dapat meningkatkan aktivitas organisme dan mikroorganisme tanah sehingga meningkatkan kesehatan tanah dan perakaran tumbuhan sekitar. Organisme dan mikrorganisme tanah memiliki peran penting dalam ekologi diantaranya sebagai detritivora dan pengikat nitrogen dari atmosfer. Pengikatan nitrogen mampu meningkatkan kadar nitrogen tanah sehingga penggunaan pupuk anorganik urea akan berkurang.

4. HALAMAN RUMAH

Di area rumah, biopori dapat dibuat bahkan di tempat yang tanahnya tertutup semen, seperti di depan garasi mobil. Kawasan hijau di halaman rumah dapat dilengkapi dengan biopori. Penerapan 3R (reducereuse, dan recycle) di lingkungan rumah dapat dilakukan dengan biopori. Ketika masih menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Rachmat Witoelar membuat biopori di rumah dinas Menteri Lingkungan Hidup. Selebritis asal Bandung, Meyda Sefira juga membuat biopori di halaman rumahnya. Wakil Wali Kota Bekasi, Ahmad Syaikhu membuat biopori di halaman rumah dinasnya sebagai percontohan bagi warganya.

Wednesday, 29 May 2024

Kain Geotekstil : Woven dan Non Woven

 


Apa itu Kain Geotekstil

Mengenal apa itu Kain Geotekstil, geotekstil atau juga sering disebut geotextile adalah salah satu jenis material geosintetik yang berbentuk seperti karpet namun terbuat dari bahan dasar Polypropylene (PP) atau Polyester (PET). Geotextile diproduksi dengan cara dianyam (geotextile woven) maupun tidak teranyam (geotextile non woven) dengan teknologi canggih.

Pemanfaatan geotekstil merupakan cara moderen dalam usaha untuk perkuatan tanah lunak. memiliki kemampuan untuk memisahkan, menyaring, memperkuat, melindungi, atau mengeringkan

Serta melalui pengawasan mutu yang baik serta didukung oleh hasil test dan hasil riset di laboratorium, mengikuti standar nasional Indonesia, antara lain: kekuatan tarik, kekuatan terhadap tusukan, sobekan, kemuluran, dan juga ketahanan terhadap mikroorganisme, bakteri, jamur dan bahan-bahan kimia, dikutip dari halaman produk Geotextile merk M-TEX™ di CV. Mutu Utama Geoteknik.

Jenis Kain Geotekstil

Apa saja jenis – jenis geotekstil atau geotextile yang digunakan dalam proyek perkerjaan timbunan atau pengurukan, berikut informasinya.

1. Geotekstil Woven



Geotekstil yang diproduksi dengan cara dianyam, sehingga terlihat seperti karpet berwarna hitam atau tikar berwarna hitam.

2. Geotekstil Non Woven



Material geotekstil yang dibuat dengan cara tidak dianyam, namun memiliki pori-pori yang rapat dan kuat. Non Woven sering digunakan untuk material separasi, filtrasi dan perkuatan pada proyek timbunan tanah atau pengurukan.

Kedua jenis geotekstil diatas baik Woven dan Non Woven memiliki fungsi utama untuk memisahkan dua material yang berbeda antara tanah dasar dan tanah atau material timbunan agar tidak tercampur, namun sistem drainase bawah permukaan tanah secara alami tidak terganggu.

Keunggulan Kain Geotekstil

Demikian informasi terkait dengan penjelasan dari berbagai geotekstil berdasarkan jenis dan keunggulannya untuk diaplikasikan pada berbagai jenis proyek timbunan atau pengurukan tanah.

1.   Memiliki kandungan Carbon Black UV yang dapat melindungi dari paparan sinar ultraviolet.

2.   Memiliki tensile strength atau kuat tarik yang tinggi, sehingga menjamin keamanan struktur tanah.

3.   Memiliki permeabilitas tinggi untuk mengalirkan air pori ekses yang timbul akibat beban yang lewat.

4.   Memiliki koefisien interaksi tinggi untuk menciptakan kekangan terhadap gaya lateral pada interface antara geotekstil dan agregat.

5.   Memiliki bukaan pori kecil dengan permeabilitas yang tinggi, sehingga air dapat mengalir tanpa membawa material

6.   Memiliki ketahanan mekanik dan hidrolik yang sangat baik sebagai material pemisah dan penyaring

7.   Tahan terhadap sinar UV

Fungsi Geotextile

Baik geotekstil woven maupun geotekstil non woven pada dasarnya memiliki fungsi yang serupa hanya saja pada aplikasi dilapangan ada beberapa hal teknis untuk menentukan apakah menggunakan Woven Geotextile atau Non Woven Geotextile

Geotextile Sebagai Fungsi Perkuatan Tanah Lunak

Geotextile dapat digunakan sebagai perkuatan untuk tanah lunak. Tanah lunak dapat menyebabkan masalah dalam konstruksi infrastruktur seperti jalan, lapangan terbang, dan bangunan. Geotextile dapat digunakan untuk memperkuat tanah ini dengan menahan beban tanah dan mendistribusikannya secara merata.

Proses perkuatan dengan geotextile adalah dengan cara menggelar geotextile baik itu woven atau non woven diatas permukaan tanah lunak. Geotextile kemudian ditimbun menggunakan tanah perkuatan, dipadatkan menggunakan teknik pengamplasan (tamping) atau dengan menggunakan mesin pemadat (roller) sehingga terbentuk lapisan yang lebih padat dan kuat.

Selain itu, penggunaan geotextile dalam perkuatan tanah lunak juga dapat membantu meningkatkan drainase dan mengurangi risiko erosi pada tanah. Geotextile juga dapat digunakan sebagai penghalang air, sehingga dapat mengurangi risiko terjadinya pengikisan pada tanah akibat paparan air atau banjir.

Penggunaan geotextile sebagai perkuatan untuk tanah lunak telah banyak digunakan dalam berbagai proyek konstruksi di seluruh dunia, dan telah terbukti efektif dalam meningkatkan kekuatan dan stabilitas tanah. 

Geotextile Sebagai Separator

Dalam aplikasi perkuatan tanah, Geotextile otomatis juga berfunsi sebagai separator antara lapisan tanah yang berbeda, yang berfungsi untuk mencegah campuran antara dua jenis tanah yang berbeda.

Contoh penggunaan geotextile sebagai separator dapat ditemukan dalam proyek konstruksi jalan. Di bawah lapisan aspal atau beton, seringkali terdapat lapisan tanah dasar yang berbeda, seperti pasir dan kerikil. Geotextile dapat ditempatkan di antara lapisan ini untuk mencegah pasir atau tanah yang halus bercampur dengan kerikil atau batu besar, yang dapat mempengaruhi stabilitas dan kinerja jalan.

Geotextile sebagai separator dapat membantu mengatur aliran air, mencegah terjadinya pencampuran material, dan meningkatkan kekuatan struktur tanah. Selain itu, penggunaan geotextile sebagai separator juga dapat membantu meningkatkan drainase pada proyek konstruksi, sehingga mencegah terjadinya genangan air yang dapat merusak jalan atau infrastruktur lainnya.

Dalam aplikasi lainnya, geotextile juga dapat digunakan sebagai separator pada bangunan terasering, tanggul, dan proyek-proyek konstruksi lainnya yang melibatkan lapisan tanah yang berbeda. Sebagai separator, geotextile membantu meningkatkan kekuatan dan stabilitas struktur tanah, serta melindungi tanah dari erosi dan deformasi yang dapat terjadi akibat pengaruh lingkungan. 

Geotextile Filtrasi

Sebagai separator Geotextile ini juga sekaligus berfungsi seabagai filtrasi dimana material geotextile akan mampu mengalirkan aliran air bawah tanah namun tetap menjaga agar partikel dari tanah perkuatan tidak ikut terbawa aliran air dan bercampur dengan partikel tanah lunak yang berada di bawah lapisan Geotextile sehingga akan mencegah terjadinya keruntuhan konstruksi perkuatan tanah.

 


Wednesday, 22 May 2024

Bendung Modular, Efisiensikan Pembangunan Konstruksi Bendung

Teknologi Bendung Modular terbukti membuat pembangunan bendung menjadi lebih mudah, lebih murah, dan lebih cepat. Proses konstruksi pun tidak memerlukan alat berat dalam pemasangan bekisting, sehingga memudahkan daerah pelosok dengan akses jalan yang sulit untuk menerapkan inovasi ini. 

Bendung ini terbuat dari modul blok beton precast yang dirancang khusus dengan dimensi dan berat yang bisa diangkut dan dipasang manual oleh tenaga manusia. “Seperti main Lego, setelah dipasang masih dapat kekuatan dan fungsi yang sama dengan bendung konvensional,” imbuh pria yang menamatkan pendidikan magisternya di IHE Delft Institute Belanda ini.

Inovasi tersebut juga dapat dikolaborasikan dengan program padat karya, dimana masyarakat dapat mencetak modul blok beton di lapangan sekaligus mengerjakan pembangunannya. Dengan begitu, partisipasi masyarakat dapat ditingkatkan dan bahkan menjadi penggerak roda perekonomian masyarakat sekitar.

Prototipe Bendung Modular pertama dibangun pada tahun 2013 di Sungai Cikarag, Provinsi Jawa Barat. Setelahnya, di tahun 2016 inovasi ini diterapkan di Sungai Kalisade, Provinsi Nusa Tenggara Barat dan pada tahun 2019 Sungai Gugubali, Morotai, Provinsi Maluku Utara turut membangun bendung ini.

Di umur yang terbilang muda, kiprah James di bidang Sumber Daya Air telah mendapatkan banyak penghargaan dari dalam dan luar negeri. Presiden Joko Widodo turut menyampaikan apresiasinya dengan mengunggah foto inovasi tersebut di akun media sosialnya pada Oktober 2019 lalu.

Inovasi ini turut mendapatkan penghargaan Euraxess ASEAN dan menjadi finalis dalam kompetisi inovasi internasional di Berlin, Jerman. Inovasi tersebut juga membawa James menjadi salah satu peraih Piala Adhigana setelah dirinya berhasil menjadi Top 3 The Future Leader dalam ajang Anugerah ASN 2021 yang digelar Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

Hingga saat ini, James telah memiliki tujuh paten teknologi terkait yang sudah didaftarkan, 16 karya tulis ilmiah nasional, dan 13 karya tulis ilmiah internasional. Ia berharap, semoga teknologi ini dapat diintegrasikan dengan sistem konstruksi modern. “Agar terobosan ini dapat diproduksi secara masif,” pungkas pria kelahiran tahun 1984 ini. 



Sunday, 21 April 2024

Geotechnical Engineer Pengertian, Tugas, Tanggung Jawab, dan Syarat

 


Apa Itu Geotechnical Engineer ?

Geotechnical Engineer adalah seorang profesional di bidang teknik sipil yang memiliki keahlian khusus dalam geoteknik. Geoteknik adalah cabang ilmu teknik sipil yang berkaitan dengan pemahaman tentang sifat fisik dan mekanik dari tanah, batuan, dan material geoteknik lainnya, serta aplikasinya dalam perancangan, konstruksi, dan pemeliharaan berbagai struktur dan proyek infrastruktur.

Tugas utama seorang Geotechnical Engineer meliputi:

  1. Penelitian Lapangan
    Melakukan penelitian geologi dan geoteknik di lokasi proyek. Ini termasuk mengumpulkan sampel tanah dan batuan, melakukan uji laboratorium untuk menganalisis sifat fisik dan mekaniknya, serta mengevaluasi potensi masalah geoteknik yang mungkin muncul.
  2. Perancangan Pondasi
    Merancang pondasi yang kokoh dan aman untuk berbagai jenis struktur, seperti gedung, jembatan, bendungan, dan lainnya. Pondasi ini harus dapat menahan beban dari struktur di atasnya dan mendistribusikannya secara merata ke tanah di bawahnya.
  3. Perancangan Struktur Penahan Tanah
    Merancang sistem penahan tanah, seperti dinding penahan (retaining wall), untuk mengatasi perbedaan ketinggian tanah dan mencegah tanah longsor.
  4. Analisis Stabilitas Lereng
    Menilai stabilitas lereng di area konstruksi dan memberikan solusi untuk mencegah kemungkinan tanah longsor.
  5. Pemilihan Material
    Menentukan material yang sesuai untuk proyek berdasarkan analisis sifat geoteknik dari tanah dan batuan di lokasi tersebut.
  6. Pemantauan dan Pengawasan
    Memantau dan mengawasi kondisi geoteknik selama pembangunan dan eksploitasi proyek untuk memastikan keselamatan dan keandalan struktur.

Tanggung Jawab Geotechnical Engineer

Tanggung jawab seorang Geotechnical Engineer mencakup berbagai aspek yang terkait dengan analisis, perancangan, dan konstruksi proyek infrastruktur yang melibatkan sifat geoteknik tanah, batuan, dan material terkait. Berikut adalah beberapa tanggung jawab utama seorang Geotechnical Engineer:

  1. Penelitian dan Analisis Geoteknik
    Melakukan penelitian tentang kondisi geologi dan geoteknik di lokasi proyek, termasuk pengumpulan data geoteknik dan analisis sifat fisik dan mekanik dari tanah dan batuan. Hasil analisis ini digunakan untuk memahami karakteristik tanah dan menentukan parameter yang penting dalam perancangan struktur.
  2. Perancangan Pondasi
    Merancang pondasi yang sesuai untuk berbagai jenis struktur, seperti gedung, jembatan, bendungan, dan lainnya. Pondasi harus dapat menahan beban yang diberikan oleh struktur di atasnya dan mendistribusikannya secara aman ke tanah di bawahnya.
  3. Perancangan Struktur Penahan Tanah
    Merancang sistem penahan tanah, seperti dinding penahan (retaining wall), untuk mengatasi perbedaan ketinggian tanah dan mencegah tanah longsor.
  4. Analisis Stabilitas Lereng
    Menilai stabilitas lereng di lokasi proyek dan memberikan solusi untuk mencegah kemungkinan tanah longsor.
  5. Pemilihan Material
    Menentukan material yang sesuai untuk konstruksi proyek berdasarkan analisis sifat geoteknik dari tanah dan batuan di lokasi tersebut.
  6. Pemantauan dan Pengawasan
    Memantau dan mengawasi kondisi geoteknik selama pembangunan dan eksploitasi proyek untuk memastikan keselamatan dan keandalan struktur.
  7. Evaluasi Risiko Geoteknik
    Mengidentifikasi potensi risiko geoteknik yang mungkin timbul selama masa pemeliharaan proyek dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat untuk mengatasinya.
  8. Kolaborasi dan Konsultasi
    Berkomunikasi dan bekerja sama dengan tim proyek, termasuk insinyur sipil, ahli geologi, dan arsitek, untuk memastikan bahwa semua aspek geoteknik dipertimbangkan dengan baik dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek.
  9. Kepatuhan terhadap Standar dan Regulasi
    Memastikan bahwa semua perancangan dan konstruksi sesuai dengan standar teknik yang berlaku dan peraturan pemerintah terkait.

Syarat Menjadi Geotechnical Engineer

Untuk menjadi Geotechnical Engineer, biasanya diperlukan pendidikan dan kualifikasi tertentu, serta kemampuan dan pengetahuan dalam bidang geoteknik. Berikut adalah beberapa syarat umum yang biasanya diperlukan untuk menjadi seorang Geotechnical Engineer:

  1. Pendidikan
    Umumnya, seorang Geotechnical Engineer membutuhkan gelar sarjana (S1) dalam bidang teknik sipil dengan spesialisasi atau peminatan dalam geoteknik. Beberapa universitas atau institusi pendidikan menawarkan program studi yang khusus fokus pada geoteknik sebagai cabang ilmu teknik sipil.
  2. Pengetahuan dan Keahlian
    Seorang Geotechnical Engineer harus memiliki pemahaman mendalam tentang geologi, mekanika tanah dan batuan, analisis geoteknik, perancangan pondasi, dan perencanaan struktur penahan tanah. Kemampuan analisis dan pemecahan masalah serta pengetahuan tentang uji laboratorium untuk karakterisasi tanah dan batuan juga sangat penting.
  3. Lisensi Profesional
    Di beberapa negara atau wilayah, untuk praktik sebagai seorang insinyur yang berlisensi, seorang Geotechnical Engineer harus memperoleh sertifikasi atau lisensi dari lembaga yang berwenang. Ini melibatkan pengalaman kerja yang relevan dan lulus ujian kompetensi teknik.
  4. Pengalaman Kerja
    Pengalaman kerja di bidang geoteknik juga sangat berharga. Banyak perusahaan dan proyek mengutamakan calon karyawan yang memiliki pengalaman dalam merancang dan mengelola proyek-proyek geoteknik.
  5. Keterampilan Komunikasi dan Kolaborasi
    Sebagai seorang Geotechnical Engineer, kemampuan berkomunikasi dengan baik dan bekerja sama dengan anggota tim proyek lainnya, termasuk insinyur sipil, arsitek, dan ahli geologi, sangat penting untuk keberhasilan proyek.
  6. Kemauan untuk Belajar
    Bidang geoteknik terus berkembang dengan adanya penelitian dan inovasi baru. Seorang Geotechnical Engineer harus memiliki kemauan untuk terus belajar dan mengikuti perkembangan terbaru dalam ilmu geoteknik.